Lakpesdam PCNU Batang Gelar Sarasehan Lintas Sektoral guna Memetakan Isu Strategis Daerah.
BATANG – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kabupaten Batang menggelar kegiatan sarasehan bertajuk "Membangun Sinergi dan Kolaborasi Para Pemangku Kepentingan dalam Membaca Isu Strategis Kabupaten Batang dalam rangka Memuliakan Umat Kabupaten Batang". Acara ini berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Aula Ponpes Al Inaaroh, Wonotunggal.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Kabupaten Batang yang kini tengah menghadapi dinamika besar, terutama dengan kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP). Meski membawa peluang investasi dan lapangan kerja, kehadiran kawasan tersebut juga menghadirkan tantangan serius seperti perubahan struktur sosial, isu lingkungan hidup, hingga ketenagakerjaan.
Lakpesdam PCNU Batang memandang perlunya pengelolaan potensi daerah yang berorientasi pada kemaslahatan bersama berdasarkan prinsip Maqoshid Syariah. Hal ini mencakup perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta sebagai landasan pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Batang menggelar sarasehan lintas sektor sebagai ruang dialog untuk merumuskan konsensus isu strategis, yang diawali dengan penekanan pada vitalitas fungsi komunikasi DPRD dalam mengakomodasi aspirasi publik, serta pemaparan peta jalan pembangunan teknis tahun 2026 oleh Bapperida.
Sejalan dengan perencanaan Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup menegaskan komitmennya melalui kebijakan pengendalian pembangunan yang menjaga keseimbangan ekosistem, sementara manajemen Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melengkapi sinergi ini dengan memaparkan strategi industri hijau berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir inisiatif kolaborasi melalui pembentukan kelembagaan multipihak. Wadah ini nantinya akan menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Batang secara terencana dan kolaboratif.
Acara ini mengundang dari berbagai lembaga dan ormas yang ada, mulai dari Pemerintah Daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil seperti FORKOMBI dan Omah Tani, perwakilan buruh dan tokoh pemuda, hingga media pers batang.