Pendidikan

Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal, KKN MIT UIN Walisongo Gelar Demo Masak Pembuatan Puding Jagung Kacang Hijau untuk Balita.

InfoBatang
09 Feb 2026
13:45 WIB
38
Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal, KKN MIT UIN Walisongo Gelar Demo Masak Pembuatan Puding Jagung Kacang Hijau untuk Balita.

Batang, 9 Februari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Terintegrasi (KKN MIT) Posko 16 dari UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan demo masak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bersama kader posyandu dan ibu yang memiliki balita di Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Senin (9/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Anggrek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak usia dini.


Kegiatan ini diikuti oleh kader posyandu serta ibu-ibu yang memiliki balita dari Dukuh Diwek dan Dukuh Sidomukti, Desa Wonokerso. Demo masak menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKN MIT 21 di bidang edukasi kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya dalam upaya promotif dan preventif pencegahan masalah gizi pada balita.


Koordinator Bidang Kesehatan KKN MIT Posko 16, Tri Rahayu Retnowati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih perlunya peningkatan pengetahuan gizi keluarga. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang penyusunan menu seimbang dapat menjadi langkah awal mencegah stunting dan kekurangan energi protein pada anak.


“Melalui demo masak PMT ini, kami ingin memberikan pemahaman dasar kepada para ibu dan kader posyandu tentang cara menyusun menu tambahan yang bergizi, mudah dibuat, serta menggunakan bahan yang terjangkau di lingkungan sekitar,” ujarnya.


PMT atau Pemberian Makanan Tambahan merupakan intervensi gizi yang diberikan kepada balita untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian mereka, terutama bagi anak yang berisiko mengalami kekurangan gizi. PMT tidak dimaksudkan untuk menggantikan makanan utama, melainkan sebagai pelengkap yang mengandung zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendemonstrasikan pembuatan PMT berupa puding jagung kacang hijau. Menu tersebut dipilih karena bahan-bahannya mudah diperoleh dan memiliki komposisi gizi yang relatif seimbang. Jagung digunakan sebagai sumber karbohidrat, kacang hijau sebagai sumber protein nabati, susu sapi UHT sebagai sumber protein hewani yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh anak, serta tambahan buah sebagai sumber serat dan vitamin.


Menurut Ayu, pemilihan menu juga mempertimbangkan preferensi rasa anak-anak. “Kami mencoba menghadirkan menu yang tidak hanya sehat, tetapi juga menarik secara tampilan dan memiliki cita rasa yang sesuai untuk balita,” katanya.


Proses pembuatan puding dilakukan secara langsung di hadapan peserta, mulai dari penjelasan bahan dan takaran hingga teknik pengolahan yang tepat agar kandungan gizi tetap terjaga. Mahasiswa juga mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan gula tambahan dalam makanan balita guna mencegah konsumsi gula berlebih sejak dini.


Setelah proses memasak selesai, puding jagung kacang hijau dibagikan kepada ibu-ibu peserta dan kader posyandu untuk dicicipi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana diskusi interaktif terkait

variasi menu PMT yang dapat diterapkan di rumah dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.


Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 16 membagikan hasil demo masak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding jagung kacang hijau kepada balita saat kegiatan demo masak di Posyandu Anggrek, Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (10/2/2026). (Foto: Dok. KKN)


Bidan Desa Wonokerso, Ibu Rahma, mengapresiasi pelaksanaan demo masak tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam mendukung peningkatan status gizi balita di desa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan contoh langsung kepada ibu-ibu tentang menu sehat yang bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana,” ujarnya.


Ia juga menilai cita rasa puding yang dibuat sudah sesuai untuk anak balita. “Rasanya tidak terlalu manis dan kombinasi bahannya sudah baik untuk kebutuhan gizi anak. Ini penting karena anak-anak cenderung menyukai makanan manis, tetapi kita tetap harus mengontrol kadar gulanya,” tambahnya.


Rahma berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak keluarga. Menurutnya, pendekatan praktik langsung seperti demo masak lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat dibandingkan penyuluhan yang bersifat teoritis semata.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN MIT 21 Posko 16 telah menyusun brosur resep sederhana yang dibagikan kepada kader posyandu dan ibu balita yang mengikuti kegiatan posyandu. Brosur tersebut memuat komposisi bahan, langkah pembuatan, serta informasi singkat mengenai kandungan gizi menu yang diperkenalkan.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat. Mereka juga menekankan bahwa pencegahan masalah gizi pada balita membutuhkan peran aktif keluarga, kader kesehatan, serta tenaga medis secara terpadu.


Kegiatan demo masak PMT di Posyandu Anggrek menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat edukasi kesehatan berbasis komunitas. Diharapkan, upaya tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tumbuh kembang balita di Desa Wonokerso dan sekitarnya secara berkelanjutan.

 

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!