50 Tahun UNS: Kampus Aman Jadi Fondasi Menuju Lima Dekade Prestasi Baru
Di usia setengah abad, UNS menempatkan keamanan kampus sebagai isu strategis dalam Dies
Natalis ke-50. Hal ini menjadi komitmen UNS bahwa prestasi sejati hanya dapat lahir dari lingkungan
yang bebas kekerasan dan diskriminasi.
SURAKARTA — Memasuki usia ke-50 tahun, Universitas Sebelas Maret (UNS) tidak hanya
merayakan perjalanan panjangnya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Di momentum emas Dies Natalis tahun 2026, UNS justru mengangkat refleksi yang lebih
mendasar terkait bagaimana membangun kampus yang benar-benar aman sebagai syarat utama
lahirnya prestasi akademik yang berkelanjutan.
Komitmen itu diwujudkan melalui Seminar Nasional bertajuk “Kampus Aman sebagai Fondasi
Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan” yang digelar Satgas Pencegahan dan
Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNS.
Seminar ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian Dies Natalis ke-50 UNS. Bagi UNS, keamanan kampus bukan lagi sekadar isu pendamping, melainkan fondasi utama bagi terciptanya iklim akademik yang sehat. Prestasi, riset, dan inovasi diyakini hanya dapat tumbuh di lingkungan yang bebas dari kekerasan, intimidasi, maupun diskriminasi. Sejak berdiri pada 11 Maret 1976, UNS telah berkembang dari perguruan tinggi di Surakarta menjadi universitas dengan kontribusi riset dan pengabdian yang diperhitungkan secara nasional. Memasuki lima dekade berikutnya, UNS menegaskan bahwa capaian akademik harus berjalan seiring dengan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warga kampus. Seminar nasional ini menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, hingga praktisi Satgas PPK.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. hadir sebagai pembicara, bersama Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. serta Ketua Satgas PPK dari UNESA, UNS, dan UNSOED. Diskusi ini menyoroti berbagai persoalan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, mulai dari akar masalah, dampaknya terhadap warga kampus, hingga strategi pencegahan dan penanganan yang efektif. Seminar juga diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. UNS turut mengajak seluruh warga kampus untuk berpartisipasi aktif, baik secara luring maupun daring. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 08.00–13.00 WIB secara hybrid di Auditorium Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNS lantai 2, Surakarta, serta melalui kanal daring yang dapat diakses peserta dari berbagai daerah. Di usia setengah abadnya, UNS ingin menegaskan satu hal bahwa kampus unggul bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang keberanian menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan berkeadaban bagi semua.