“Dari Genangan Jadi Gerakan: Aksi Nyata Cegah Banjir di Sekolah” Oleh Mahasiswa Magang Kependidikan UPGRIS 2026
Banjir di Sekolah? Ini Cara Nyata Mencegah dan Mengatasinya
Kategori: Lingkungan & Pendidikan
Penulis: Mahasiswa Magang Kependidikan Upgris 2026
Tanggal: 15 April 2026
Musim hujan selalu menjadi momen yang dinantikan sekaligus dicemaskan. Di satu sisi, hujan membawa kesejukan dan kebaikan bagi alam. Di sisi lain, bagi banyak sekolah — terutama yang berada di daerah rawan genangan — musim hujan bisa berubah menjadi mimpi buruk. Halaman yang tergenang, ruang kelas yang kemasukan air, hingga kegiatan belajar yang terpaksa diliburkan. Semua itu bukan hal asing lagi.
Pertanyaannya bukan lagi "apakah banjir akan datang?", melainkan "apa yang sudah kita siapkan?"
Mengapa Sekolah Rentan Terkena Banjir?
Sebelum bicara soal solusi, penting untuk memahami dulu akar masalahnya. Banyak sekolah, terutama yang berdiri sejak puluhan tahun lalu, dibangun tanpa mempertimbangkan sistem drainase yang memadai. Seiring berjalannya waktu, lingkungan sekitar ikut berubah — lahan kosong berganti beton, pohon-pohon besar ditebang, dan saluran air semakin menyempit karena tumpukan sampah.
Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah perilaku warga sekolah itu sendiri. Membuang sampah sembarangan, tidak merawat got dan selokan, hingga membiarkan tanah di sekitar sekolah tertutup aspal sepenuhnya — semua itu secara perlahan menjadi penyebab sekolah makin mudah terendam saat hujan tiba.
Langkah-Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Sekarang
1. Periksa dan Bersihkan Saluran Drainase Secara Rutin
Ini terdengar sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Saluran air yang tersumbat sampah daun, plastik, atau lumpur adalah penyebab utama genangan di halaman sekolah. Jadwalkan kegiatan gotong royong membersihkan got dan selokan secara berkala — setidaknya sekali sebulan, dan lebih sering saat mendekati musim hujan.
Libatkan siswa dalam kegiatan ini. Selain menjaga kebersihan lingkungan, mereka juga belajar langsung tentang tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar.
2. Perbanyak Ruang Terbuka Hijau di Area Sekolah
Tanah yang tertutup beton tidak bisa menyerap air hujan. Akibatnya, seluruh air langsung mengalir ke permukaan dan berpotensi menggenang. Solusinya? Kurangi area beraspal yang tidak perlu, dan gantikan dengan taman, kebun sekolah, atau setidaknya pot-pot tanaman besar.
Pohon dan tanaman bukan sekadar hiasan. Mereka bekerja diam-diam menyerap air hujan melalui akar dan membantu menstabilkan tanah. Semakin banyak ruang hijau di sekolah, semakin baik kemampuan lingkungan itu dalam "minum" air hujan.
3. Buat Lubang Biopori
Lubang biopori adalah solusi murah meriah yang sayangnya masih kurang populer di lingkungan sekolah. Caranya sederhana: buat lubang silindris berdiameter sekitar 10 cm sedalam 80–100 cm di beberapa titik di sekitar halaman sekolah, lalu isi dengan sampah organik seperti daun kering.
Lubang ini membantu air hujan langsung meresap ke dalam tanah, sekaligus menghasilkan kompos secara alami. Pembuatan lubang biopori bisa dijadikan proyek kelas yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi siswa.
4. Pastikan Talang Air Berfungsi dengan Baik
Seringkali banjir kecil di dalam koridor atau ruang kelas berasal dari talang air yang bocor atau tersumbat. Periksa seluruh talang di atap gedung sekolah sebelum musim hujan tiba. Pastikan tidak ada yang retak, miring, atau tersumbat dedaunan.
Air yang jatuh dari atap tanpa talang yang baik akan langsung menghantam tanah di sekitar pondasi bangunan, yang lama-kelamaan bisa menyebabkan genangan bahkan kerusakan struktural.
5. Bangun Sumur Resapan
Jika anggaran memungkinkan, membangun sumur resapan adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Sumur resapan berfungsi menampung dan menyerap air hujan ke dalam tanah secara lebih cepat dan efisien.
Satu sumur resapan dengan kedalaman yang tepat mampu mengurangi genangan secara signifikan. Pihak sekolah bisa mengajukan proposal kepada pemerintah daerah atau menggalang dukungan dari komite sekolah dan orang tua siswa untuk mewujudkan ini.
Ketika Banjir Sudah Terlanjur Datang
Meski sudah melakukan berbagai pencegahan, kita tidak bisa sepenuhnya mengontrol cuaca. Karena itu, sekolah juga perlu punya rencana tanggap darurat yang jelas. Berikut beberapa hal yang perlu disiapkan:
Sebelum banjir:
- Simpan dokumen penting sekolah di tempat yang tinggi dan terlindung
- Siapkan alat kebersihan seperti sapu air, ember, dan pel
- Pastikan seluruh peralatan elektronik tidak berada di lantai
- Buat peta area sekolah yang menunjukkan titik rawan genangan
Saat banjir terjadi:
- Utamakan keselamatan siswa dan guru di atas segalanya
- Matikan aliran listrik di area yang terkena banjir
- Evakuasi siswa ke area yang lebih tinggi dan aman
- Hubungi pihak berwenang atau BPBD jika genangan cukup parah
Setelah banjir surut:
- Bersihkan dan disinfeksi seluruh ruangan yang terdampak sebelum digunakan kembali
- Periksa kondisi bangunan dan peralatan
- Evaluasi bersama apa yang perlu diperbaiki untuk ke depannya
Peran Siswa: Lebih dari Sekadar Penonton
Salah satu kekuatan terbesar dalam mencegah banjir di lingkungan sekolah adalah keterlibatan aktif para siswa. Mereka bukan sekadar penghuni sekolah — mereka adalah bagian dari solusi.
Mulai dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan, hingga menjadi "duta lingkungan" yang mengingatkan teman-teman untuk peduli — semua itu punya dampak nyata.
Sekolah juga bisa mengintegrasikan tema lingkungan hidup dan manajemen bencana ke dalam kegiatan ekstrakurikuler atau proyek sekolah. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi slogan, tapi benar-benar tertanam dalam keseharian.
Penutup: Mulai dari Hal Kecil, Sekarang
Mencegah banjir di lingkungan sekolah bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam semalam, dan bukan pula tanggung jawab satu orang saja. Dibutuhkan komitmen bersama — dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, hingga pihak pemerintah setempat.
Tapi perjalanan seribu langkah selalu dimulai dari satu langkah pertama. Mungkin hari ini bisa dimulai dari hal yang paling sederhana: membersihkan selokan di depan kelas, menanam satu pohon di sudut halaman, atau sekadar mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah ke saluran air.
Karena pada akhirnya, sekolah yang aman dari banjir bukan hanya soal bangunan yang kuat atau drainase yang bagus — melainkan soal kebiasaan dan kesadaran kita semua.