LANGKAH AWAL HIDUP SEHAT: MAHASISWA KKN UIN WALISONGO GELAR SEMINAR EDUKASI GIZI SEIMBANG DI MI BAITUL ULUM DLISEN
Desa Dlisen, Limpung, Batang – Sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-21 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan penyuluhan dengan tema “Aku Jaga Tubuhku: Tubuhku Milikku” di SD 02 Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru SD 02 Dlisen, dengan tujuan meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya edukasi tubuh dan perlindungan diri sejak dini.
Penyuluhan ini dirancang secara interaktif dan edukatif dengan materi yang disampaikan oleh tim KKN UIN Walisongo. Fokus materi meliputi:
1. Pengenalan bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh sembarang orang
2. Cara mengatakan “TIDAK” dan berani melapor pada orang dewasa yang dipercaya
3. Pembedaan sentuhan aman dan tidak aman
4. Pentingnya melaporkan kejadian tidak nyaman kepada guru atau orang tua
Kegiatan diisi dengan penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu edukasi pencegahan kekerasan seksual yang membuat anak-anak lebih semangat dan mudah mengingat pesan yang disampaikan. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan hadiah kepada siswa yang aktif bertanya dan berpartisipasi selama sesi berlangsung.
Sebagai bentuk dokumentasi dan penguatan pesan, dilakukan sesi foto bersama menggunakan bingkai edukasi bertema “Aku Jaga Tubuhku” yang didesain khusus oleh mahasiswa KKN. Bingkai tersebut memuat pesan-pesan perlindungan diri sebagai pengingat visual bagi siswa.
Kepala SD 02 Dlisen, Ibu Upit Chutiani, S.Pd., menyambut positif kegiatan ini. “Edukasi seperti ini sangat penting diberikan sejak dini. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan tidak menakutkan, anak-anak jadi lebih paham cara melindungi diri mereka sendiri,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo selaku koordinator divisi kesehatan lingkungan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menumbuhkan kewaspadaan dan keberanian anak untuk bersuara. “Kami ingin setiap anak tahu bahwa tubuh mereka adalah hak milik mereka, dan mereka berhak merasa aman. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin memperkuat peran guru dan orang tua sebagai tempat perlindungan pertama bagi anak,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya acara ini, mahasiswa KKN MIT-21 UIN Walisongo berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dan masyarakat.