Diskusi Literasi Pasca-Lebaran, Komunitas Muda Bawang Bahas Buku hingga Sejarah Dunia
Batang — Semangat literasi di kalangan generasi muda masih terus tumbuh. Hal ini terlihat dari kegiatan diskusi komunitas literasi yang digelar oleh Sarekat Kaoem Moeda (Sakoeda) di Kecamatan Bawang, Sabtu (28/3/2026).
Bertempat di Pujasera Kecamatan Bawang, kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini berlangsung hingga pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh tujuh anggota komunitas Sakoeda. Diskusi berjalan santai namun penuh makna, dengan mengangkat berbagai karya mulai dari novel, film, cerpen, hingga peristiwa sejarah dunia.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap kondisi literasi di Indonesia yang masih menjadi perhatian. Namun demikian, komunitas ini membuktikan bahwa di daerah, khususnya di Kecamatan Bawang, masih banyak anak muda yang memiliki minat tinggi terhadap literasi.
Diskusi dipandu oleh moderator Zaenal, yang membuka acara dengan sesi perkenalan serta pemaparan dari masing-masing peserta. Adapun materi yang dibahas meliputi:
Novel Ronggeng Dukuh Paruk oleh Dewi
Film A Brighter Summer Day oleh Juhaeda
Cerpen Epitaf Pohon Waringin (karya Zida) oleh Penulisnya Sendiri
Topik Masa-Masa Persia oleh Anif
Anime One Piece oleh Iyan
Peristiwa Revolusi Iran 1979 oleh Ilham
Setiap peserta memaparkan sudut pandang serta pesan dari karya yang dibahas, kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Simpulan Diskusi
Dari hasil pembahasan, terdapat beberapa poin penting yang menjadi benang merah diskusi:
1. Nilai kemanusiaan dan perjuangan hidup menjadi tema dominan, terutama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dan cerpen Epitaf Pohon Waringin, yang menggambarkan realitas sosial dan keteguhan individu dalam menghadapi kehidupan.
2. Kritik sosial dan dinamika sejarah terlihat dalam film A Brighter Summer Day serta pembahasan Revolusi Iran 1979, yang menyoroti konflik, perubahan, dan dampaknya terhadap masyarakat.
3. Identitas, budaya, dan perjalanan waktu menjadi pembahasan menarik dalam topik Masa-Masa Persia, yang membuka wawasan tentang peradaban dan sejarah dunia.
4. Nilai persahabatan, perjuangan, dan mimpi tercermin dalam anime One Piece, yang relevan dengan semangat generasi muda dalam meraih cita-cita.
5. Secara keseluruhan, seluruh karya yang dibahas menunjukkan bahwa literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga memahami, merefleksikan, dan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
Melalui kegiatan ini, Sakoeda berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda, sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan yang positif dan inspiratif.
Diskusi ini menjadi bukti bahwa literasi tetap hidup dan berkembang di daerah, melalui inisiatif anak muda yang peduli terhadap ilmu pengetahuan dan budaya membaca.
Jous gandoss..., Minat Literasi Cah Mbawang sudah kelihatan Ditunggu kecamatan lainnya