Pendidikan

“Mahasiswa KKN-T 128 UNDIP Dorong Transformasi UMKM Desa Randu Melalui Digitalisasi dan Pendampingan Usaha”

InfoBatang
07 Aug 2026
11:24 WIB
20
“Mahasiswa KKN-T 128 UNDIP Dorong Transformasi UMKM Desa Randu Melalui Digitalisasi dan Pendampingan Usaha”

Batang (07/26) - Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 128 Universitas Diponegoro dibawah bimbingan Bapak Ahmad Ridlo S. Si., M. Si, Bapak Septrial Arafat, S.P., M.P, dan Ibu Pramesthi Megayana, S.P., M.Si sukses melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan yakni pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah atau UMKM yang ada di Desa Randu, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung selama satu minggu, terhitung sejak tanggal 19 - 25 Juli 2026 dengan metode door to door atau kunjungan langsung ke rumah pelaku usaha. 


Dalam pelaksanaannya, Tim KKN-T UNDIP berhasil menjangkau 14 pelaku UMKM di Desa Randu. Sosialisasi ini dilakukan dengan mencakup empat aspek utama, yakni branding usaha, pembukuan keuangan, penerapan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, dan sosialiasi pendaftaran sertifikasi halal. 



Letak desa yang jauh dari pusat kota menyebabkan metode pemasaran yang digunakan oleh para pelaku UMKM masih menggunakan sistem lisan atau dari mulut ke mulut dan hanya promosi terbatas melalui status WhatsApp. Akibatnya, jangkauan konsumen masih sangat sempit. Melalui sosialisasi branding usaha, Tim KKN UNDIP membantu pelaku usaha untuk meningkatkan citra usaha dengan cara membantu mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps, membuat akun WhatsApp Bussiness, dan mengaktifkan akun media sosial di platform digital seperti membuat akun social media Instagram,TikTok dan Facebook. Langkah ini dapat memperluas jaringan pemasaran dan menjangkau lebih banyak konsumen. 


Selanjutnya, Tim KKN UNDIP memberikan pemahaman mengenai pentingnya pembukuan pendapatan dan pengeluaran. Hal ini dilakukan sebab banyaknya pelaku UMKM di Desa Randu masih belum menerapkan metode pencatatan keuangan, sehingga uang usaha kerap tercampur dengan uang pribadi dan menyebabkan pengelolaan arus kas menjadi tidak efektif. Dalam sosialisasi ini, tim memberikan contoh kerangka pembukuan sederhana yang dapat digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran selama satu tahun. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara lebih mudah, transparan dan terperinci.


Tak hanya itu, TIM KKN UNDIP juga mengenalkan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Minimnya akses terhadap pembayaran non-tunai membuat transaksi di kalangan UMKM masih didominasi menggunakan uang tunai. Kehadiran QRIS diharapkan mampu mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kemudahan bagi konsumen dalam bertransaksi. Di sisi lain, para pelaku UMKM juga diberi pemahaman mengenai sertifikasi halal, mulai dari definisi hingga tata cara pengajuan agar usaha mendapatkan sertifikasi halal.


Seluruh rangkaian program ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi positif dari para pelaku UMKM Desa Randu. Keempat langkah yang sudah disosialisasikan merupakan satu kesatuan strategi yang saling mendukung untuk membangun UMKM yang lebih mandiri, modern, dan kompetitif. Tim KKN UNDIP berhadap program kerja ini menjadi pemantik semangat bagi para pelaku usaha untuk terus berinovasi sehingga usaha yang sedang dijalankan dapat terus berkembang dengan mengikuti arus perkembangan zaman.



Penulis: Alda Budiarta, Tim KKN-T 128

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!