Akselerasi Ekonomi Desa: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Transformasikan UMKM Ngaliyan ke Ekosistem Digital
BATANG (14/02/2026) – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpusat (MIT) UIN Walisongo Semarang sukses menginisiasi program “Digitalisasi UMKM Desa” di Desa Ngaliyan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Selama 45 hari masa pengabdian, tim KKN fokus melakukan pendampingan intensif guna memodernisasi usaha lokal.
Program ini lahir sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi pelaku usaha desa, mulai dari keterbatasan pemanfaatan teknologi, minimnya legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sistem pembayaran yang masih konvensional. Melalui pendekatan partisipatif, tim KKN melakukan transformasi pada tiga unit usaha unggulan dengan strategi yang disesuaikan pada kebutuhan masing-masing.
Tim KKN UIN Walisongo menerapkan intervensi spesifik pada tiga pelaku usaha untuk memastikan dampak yang berkelanjutan:
1. Penguatan Legalitas dan
Transaksi di Kedai Raina
Pendampingan pertama menyasar Kedai Raina milik Bapak Rosyit. Tim membantu proses administrasi pendaftaran NIB sebagai identitas resmi usaha di mata hukum serta pendampingan Sertifikasi Halal. Tak hanya itu, digitalisasi pembayaran dilakukan dengan pembuatan kode QRIS, memungkinkan Kedai Raina melayani transaksi non-tunai yang lebih aman dan praktis.
"Dulu saya bingung cara membuat NIB dan QRIS. Sekarang usaha saya sudah lebih tertata dan legalitasnya jelas," ungkap Bapak Rosyit penuh apresiasi.
2. Revitalisasi Branding di Toko Wajan Reval
Untuk usaha milik Bapak Mustakim, tim fokus pada peningkatan digital branding. Langkah konkret yang diambil meliputi pendaftaran titik usaha pada Google Maps agar mudah ditemukan konsumen secara daring, pembuatan desain banner fisik yang lebih modern, serta sesi foto produk profesional. Hasilnya, Toko Wajan Reval kini memiliki citra visual yang lebih kompetitif di media sosial.
3. Optimalisasi Pemasaran Konten di
Wafda Hidroponyk
Sasaran terakhir adalah unit usaha sayuran hidroponik milik Ibu Hani. Di sini, tim KKN melakukan optimalisasi konten promosi dengan teknik fotografi produk yang menekankan pada aspek kesegaran dan kesehatan. Foto-foto profesional ini dirancang untuk meningkatkan nilai jual (USP) produk saat dipasarkan melalui marketplace maupun media sosial, guna menjangkau konsumen di luar wilayah desa. Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif, Taufiqurrahman, menekankan bahwa edukasi ini tidak berhenti pada pemberian alat atau dokumen saja.
“Kami memberikan pendampingan teknis secara langsung agar para pelaku usaha tidak hanya paham teori, tapi juga mampu mengoperasikan perangkat digital mereka secara mandiri. Harapannya, ekosistem digital ini tetap tumbuh meski masa KKN telah berakhir,” jelas Taufiqurrahman.
Selain aspek teknis, para mahasiswa juga memberikan pembekalan mengenai strategi copywriting dan konsistensi dalam mengelola akun bisnis di platform digital. Pemerintah Desa Ngaliyan pun turut dilibatkan dalam proses koordinasi untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.
Program yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Kasih Sayang pada 14 Februari ini menjadi simbol dedikasi mahasiswa UIN Walisongo dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sinergi mahasiswa dan pelaku usaha mikro ini diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi Desa Ngaliyan menjadi lebih inklusif, profesional, dan siap bersaing di tengah dinamika ekonomi modern.