UMKM

Dari Spanduk Usaha hingga Akses Lokasi, KKN MIT 21 UIN Walisongo Dampingi Dua Produsen Kerupuk di Desa Sempu

InfoBatang
18 Feb 2026
12:41 WIB
87
Dari Spanduk Usaha hingga Akses Lokasi, KKN MIT 21 UIN Walisongo Dampingi Dua Produsen Kerupuk di Desa Sempu

Batang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 21 Posko 1 UIN Walisongo Semarang melaksanakan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan branding usaha dengan pemasangan banner dan pembuatan lokasi Google Maps bagi dua produsen kerupuk yang berlokasi di Dusun Sempu Tengah, Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat identitas usaha agar lebih mudah dikenali masyarakat dan mempermudah akses konsumen.

Pendampingan dilakukan melalui pembuatan banner usaha yang memuat identitas masing-masing produsen, yaitu “Kerupuk Mie dan Iris Bapak Hendro” dan “Kerupuk Mie dan Emping Pak Susdayat”, dilanjutkan dengan pemasangan banner di lokasi produksi dan pembuatan titik lokasi usaha pada Google Maps untuk memudahkan masyarakat menemukan kedua tempat produksi tersebut.

UMKM pertama yang didampingi adalah usaha Kerupuk Mie dan Kerupuk Iris milik Bapak Hendro yang berlokasi di RT 01 RW 02 Dusun Sempu Tengah, Desa Sempu. Usaha ini telah dirintis sejak lama dan memproduksi dua jenis kerupuk, yaitu kerupuk mie dan kerupuk iris, dengan kapasitas produksi sekitar 25–30 kilogram per hari. Proses produksi masih dilakukan secara manual dengan adonan yang dibuat sendiri setiap harinya.

Kerupuk produksi Bapak Hendro dipasarkan dengan sistem setor ke toko-toko dan pasar tradisional Limpung dan Subah. Produk dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram dan juga dapat dibeli langsung di rumah produksi. Proses produksi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, sedangkan pengantaran ke pasar dilakukan pada pukul 07.00 WIB. Bapak Hendro menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan, “Alhamdulillah, matur nuwun, Nak. Saya senang sekali dibantu dibuatkan spanduk. Saya sama istri kan sudah tua, nggak paham kalau urusan begitu-begitu,” ujar Bapak Hendro.

UMKM kedua yang didampingi adalah Kerupuk Mie Pak Susdayat yang dikelola oleh Bapak Susdayat bersama istrinya, Ibu Senimah, yang berlokasi di No. 81 RT 01 RW 02 Dusun Sempu Tengah, Desa Sempu. Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1994 dan memproduksi kerupuk mie serta emping melinjo dengan rata-rata produksi mencapai 50 kilogram per hari. Produk dipasarkan ke pasar tradisional Limpung dan Weleri dengan harga Rp16.000 per kilogram. Bapak Susdayat menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang diberikan, “Terima kasih, Nak, sudah dibuatkan spanduk untuk usaha kami”. Sebagai bentuk apresiasi, Bapak Susdayat juga memberikan kerupuk mie dan kerupuk iris kepada mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM lokal agar lebih dikenal masyarakat luas dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Melalui pendampingan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam pendampingan usaha, penguatan identitas produksi dan pemanfaatan teknologi digital di desa.

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!