Dari Spanduk Usaha hingga Akses Lokasi, KKN MIT 21 UIN Walisongo Dampingi Dua Produsen Kerupuk di Desa Sempu
Batang
- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 21 Posko 1 UIN
Walisongo Semarang melaksanakan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
melalui penguatan branding usaha dengan pemasangan banner dan pembuatan lokasi
Google Maps bagi dua produsen kerupuk yang berlokasi di Dusun Sempu Tengah,
Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, pada Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat identitas usaha agar lebih mudah
dikenali masyarakat dan mempermudah akses konsumen.
Pendampingan
dilakukan melalui pembuatan banner usaha yang memuat identitas masing-masing
produsen, yaitu “Kerupuk Mie dan Iris Bapak Hendro” dan “Kerupuk Mie dan Emping
Pak Susdayat”, dilanjutkan dengan pemasangan banner di lokasi produksi dan
pembuatan titik lokasi usaha pada Google Maps untuk memudahkan masyarakat
menemukan kedua tempat produksi tersebut.
UMKM
pertama yang didampingi adalah usaha Kerupuk Mie dan Kerupuk Iris milik Bapak
Hendro yang berlokasi di RT 01 RW 02 Dusun Sempu Tengah, Desa Sempu. Usaha ini
telah dirintis sejak lama dan memproduksi dua jenis kerupuk, yaitu kerupuk mie
dan kerupuk iris, dengan kapasitas produksi sekitar 25–30 kilogram per hari.
Proses produksi masih dilakukan secara manual dengan adonan yang dibuat sendiri
setiap harinya.
Kerupuk
produksi Bapak Hendro dipasarkan dengan sistem setor ke toko-toko dan pasar
tradisional Limpung dan Subah. Produk dijual dengan harga Rp16.000 per kilogram
dan juga dapat dibeli langsung di rumah produksi. Proses produksi dimulai
sekitar pukul 06.00 WIB, sedangkan pengantaran ke pasar dilakukan pada pukul
07.00 WIB. Bapak Hendro menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas
pendampingan yang dilakukan, “Alhamdulillah, matur nuwun, Nak. Saya senang
sekali dibantu dibuatkan spanduk. Saya sama istri kan sudah tua, nggak paham
kalau urusan begitu-begitu,” ujar Bapak Hendro.
UMKM
kedua yang didampingi adalah Kerupuk Mie Pak Susdayat yang dikelola oleh Bapak
Susdayat bersama istrinya, Ibu Senimah, yang berlokasi di No. 81 RT 01 RW 02
Dusun Sempu Tengah, Desa Sempu. Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1994 dan
memproduksi kerupuk mie serta emping melinjo dengan rata-rata produksi mencapai
50 kilogram per hari. Produk dipasarkan ke pasar tradisional Limpung dan Weleri
dengan harga Rp16.000 per kilogram. Bapak Susdayat menyampaikan terima kasih
atas pendampingan yang diberikan, “Terima kasih, Nak, sudah dibuatkan spanduk
untuk usaha kami”. Sebagai bentuk apresiasi, Bapak Susdayat juga memberikan
kerupuk mie dan kerupuk iris kepada mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan
tersebut.
Kegiatan
ini diharapkan dapat membantu UMKM lokal agar lebih dikenal masyarakat luas dan
meningkatkan kepercayaan konsumen. Melalui pendampingan ini, mahasiswa
memperoleh pengalaman langsung dalam pendampingan usaha, penguatan identitas
produksi dan pemanfaatan teknologi digital di desa.