Esai

Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, KKN MIT-21 Berdayakan PKK Limpung

InfoBatang
15 Feb 2026
21:54 WIB
97
Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, KKN MIT-21 Berdayakan PKK Limpung

Mahasiswa KKN MIT Posko 7 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang (03/02/2026).


Program ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan ibu-ibu PKK sekaligus memberikan wawasan mengenai peluang usaha rumahan yang memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan.

 

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai lilin aromaterapi, termasuk manfaatnya sebagai media relaksasi dan peningkat suasana hati. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa lilin aromaterapi dapat dibuat dari bahan sederhana dan mudah diperoleh. Bahan tersebut seperti, minyak jelantah yang telah disaring, stearin acid atau parafin sebagai bahan pengeras, essential oil sebagai pewangi, serta sumbu dan wadah lilin. Materi ini disampaikan sebagai bentuk edukasi pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna dan nilai jual.

 

”Tahapan pembuatan lilin aromaterapi secara sederhana dan aman untuk diterapkan di rumah,” ujar Nia selaku pemateri. Proses dimulai dari penjernihan minyak jelantah, pencampuran dengan stearin acid, pemberian aroma dan warna, hingga proses pencetakan dan pendinginan lilin. Kelompok PKK Desa Limpung terlihat antusias mengikuti pemaparan materi dengan aktif bertanya terkait jenis aroma yang sesuai serta keamanan penggunaan lilin aromaterapi.

 

Pada sesi praktik, ibu PKK diajak untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan lilin aromaterapi sesuai dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar proses pendampingan dapat berjalan lebih efektif. Dalam sesi ini, ibu PKK mencoba menuangkan campuran lilin ke dalam wadah serta memasang sumbu dengan benar hingga lilin mengeras sempurna.

 

Kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan menambah wawasan baru bagi ibu PKK. Pelatihan ini dinilai mampu meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha rumahan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Pelaksanaan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ini mendapatkan respon positif dari ibu PKK Desa Limpung. Diharapkan melalui kegiatan ini, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga serta mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. “Jika bahan dan pembuatan nya mudah dipraktikkan seperti ini, maka bisa diterapkan pada pertemuan PKK selanjutnya,” ujar Ibu Eni selaku tim penggerak PKK Dusun Gepor.

 

Hal ini sebagai upaya keberlanjutan program, tim KKN MIT-21 Posko 7 UIN Walisongo juga memberikan edukasi singkat mengenai pengemasan produk lilin aromaterapi yang menarik serta strategi pemasaran sederhana, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu PKK dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha kecil berbasis rumah tangga.



Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!