Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, KKN MIT-21 Berdayakan PKK Limpung
Mahasiswa KKN MIT Posko 7 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang (03/02/2026).
Program ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan
kreativitas dan keterampilan ibu-ibu PKK sekaligus memberikan wawasan mengenai
peluang usaha rumahan yang memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian
materi mengenai lilin aromaterapi, termasuk manfaatnya sebagai media relaksasi
dan peningkat suasana hati. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa lilin aromaterapi
dapat dibuat dari bahan sederhana dan mudah diperoleh. Bahan tersebut seperti,
minyak jelantah yang telah disaring, stearin acid atau parafin sebagai bahan
pengeras, essential oil sebagai pewangi, serta sumbu dan wadah lilin. Materi
ini disampaikan sebagai bentuk edukasi pemanfaatan limbah rumah tangga agar
memiliki nilai guna dan nilai jual.
”Tahapan pembuatan lilin aromaterapi
secara sederhana dan aman untuk diterapkan di rumah,” ujar Nia selaku pemateri.
Proses dimulai dari penjernihan minyak jelantah, pencampuran dengan stearin
acid, pemberian aroma dan warna, hingga proses pencetakan dan pendinginan
lilin. Kelompok PKK Desa Limpung terlihat antusias mengikuti pemaparan materi
dengan aktif bertanya terkait jenis aroma yang sesuai serta keamanan penggunaan
lilin aromaterapi.
Pada sesi praktik, ibu PKK diajak
untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan lilin aromaterapi sesuai dengan
langkah-langkah yang telah dijelaskan. Peserta dibagi ke dalam beberapa
kelompok kecil agar proses pendampingan dapat berjalan lebih efektif. Dalam
sesi ini, ibu PKK mencoba menuangkan campuran lilin ke dalam wadah serta
memasang sumbu dengan benar hingga lilin mengeras sempurna.
Kegiatan ini memberikan manfaat yang
besar dan menambah wawasan baru bagi ibu PKK. Pelatihan ini dinilai mampu
meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha rumahan yang dapat
dikembangkan secara mandiri. Pelaksanaan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi
ini mendapatkan respon positif dari ibu PKK Desa Limpung. Diharapkan melalui
kegiatan ini, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha
ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga serta mendorong
pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. “Jika bahan dan pembuatan
nya mudah dipraktikkan seperti ini, maka bisa diterapkan pada pertemuan PKK
selanjutnya,” ujar Ibu Eni selaku tim penggerak PKK Dusun Gepor.
Hal ini sebagai upaya keberlanjutan program, tim KKN MIT-21 Posko 7 UIN Walisongo juga memberikan edukasi singkat mengenai pengemasan produk lilin aromaterapi yang menarik serta strategi pemasaran sederhana, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu PKK dalam memasarkan produk dan mengembangkan usaha kecil berbasis rumah tangga.