Gelar Sosialisasi Beasiswa, MG LPDP Jateng Jaring Ratusan Pendaftar Dari Berbagai Daerah
Sabtu (7/1/2026), minat masyarakat terhadap beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut terlihat dari tingginya antusiasme peserta yang mengikuti berbagai kegiatan sosialisasi beasiswa LPDP termasuk yang diselenggarakan oleh MG LPDP Jawa Tengah 5.0 pada tanggal 7 Januari 2026. Jumlah pendaftar dalam kegiatan sosialisasi mencapai 394 orang. Mayoritas pendaftar berasal dari kategori umum sebanyak 255 orang (64,7 persen), disusul mahasiswa S1 sebanyak 104 orang (26,4 persen) dan mahasiswa S2 sebanyak 35 orang (8,9 persen).
Berdasarkan domisilinya, pendaftar menunjukkan sebaran yang cukup luas. Sebanyak 168 orang (42,6 persen) berdomisili di Jawa Tengah, sementara 226 orang (57,4 persen) berasal dari luar Jawa Tengah. Data ini menunjukkan bahwa antusiasme terhadap Beasiswa LPDP tidak hanya bersifat regional, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Terkait rencana pendaftaran, lebih dari separuh peserta, yakni 214 orang (54,3 persen), menargetkan batch terdekat. Sebanyak 92 orang (23,4 persen) berencana mendaftar pada batch berikutnya, sementara 88 orang (22,3 persen) masih berada pada tahap eksplorasi.
Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, S.STP., S.H., M.H., yang menyampaikan sambutan mewakili Gubernur Jawa Tengah. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan daya saing global melalui pendidikan berkualitas. Beasiswa LPDP dipandang bukan sekadar bantuan pendanaan, melainkan instrumen strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas, berkomitmen, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
Ia pun menegaskan bahwa komunitas penerima beasiswa LPDP seperti Mata Garuda (MG) bukan hanya berperan untuk menyampaikan informasi terkait beasiswa, tetapi juga menjadi kunci dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui penguatan jejaring, berbagi pengalaman, serta pengabdian yang berdampak langsung.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045 dengan target menjadi negara maju, berpendapatan tinggi, dan masuk lima besar PDB dunia. Untuk mencapai target tersebut, penguatan SDM unggul menjadi faktor kunci, terutama menjelang puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030. Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar dalam menyiapkan SDM berkualitas, meskipun masih menghadapi tantangan rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi yang berada di kisaran 23 sampai 25 persen.
Faktor penyebab rendahnya partisipasi tersebut antara lain tingginya biaya pendidikan, lulusan SMA/SMK yang langsung memilih bekerja, keterbatasan informasi, serta faktor budaya, termasuk pandangan bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi. Dalam konteks ini, Beasiswa LPDP hadir sebagai solusi nyata yang inklusif dan berkeadilan, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun gender.
Saat ini, Provinsi Jawa Tengah memiliki kurang lebih 860 SMA dan 1.524 SMK dengan total hampir 1,2 juta peserta didik. Sejumlah lulusan SMK Jawa Tengah bahkan telah diterima di perguruan tinggi dunia seperti University of Manchester, University of Sydney, dan Nanyang Technological University. Capaian tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses pendidikan lanjutan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional, termasuk penguatan kualitas pembelajaran, kompetensi pendidik, serta penguasaan bahasa asing.
Dalam sesi pemaparan kebijakan beasiswa LPDP tahap 1 tahun 2026, kepala sub divisi pengembangan alumni LPDP, Tri Susilo menjelaskan bahwa LPDP berperan sebagai instrumen penting dalam menyiapkan SDM terdidik dan terlatih agar Indonesia mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) sesuai visi Indonesia Emas 2045. Pada pembukaan pendaftaran beasiswa di awal tahun ini, ada hal baru yang menjadi perhatian yakni adanya beasiswa STEM yang berfokus pada sains, teknologi, rekayasa dan matematika dan SHARE, yakni ilmu-ilmu sosial dan humaniora dipilih untuk selaras dengan program prioritas pemerintah. Selain itu, LPDP juga menetapkan tema strategis, termasuk pengembangan green economy dan blue industry, agar arah pembangunan SDM lebih fokus dan berdampak.
Saat ini, LPDP mengelola dana sekitar 180 triliun rupiah. Di tengah meningkatnya jumlah peminat, LPDP mengembangkan berbagai program kolaboratif, termasuk skema co-funding, serta menyediakan berbagai pilihan beasiswa seperti joint degree, double degree, Beasiswa Garuda, Talenta Indonesia, hingga skema afirmasi.
Para peserta juga dibekali berbagai tips strategis oleh narasumber yang merupakan penerima dan alumni beasiswa LPDP dalam mempersiapkan pendaftaran, mulai dari pentingnya memahami tujuan pribadi (knowing why you are applying), menyusun esai yang runtut dan berbenang merah, hingga menjaga konsistensi antara esai dan wawancara. Ditekankan bahwa keberhasilan seleksi tidak ditentukan oleh siapa yang paling cepat mendaftar, melainkan oleh kesiapan, kedalaman tujuan, dan kualitas keseluruhan persiapan.
Sebagai penutup, para narasumber menegaskan bahwa proses seleksi LPDP menuntut usaha dan komitmen tinggi. “Semakin sulit dan ketat sebuah beasiswa, semakin besar kualitas dan nilai yang dibangun,” disampaikan dalam sesi akhir. Kegiatan ditutup dengan refleksi dan motivasi bagi seluruh peserta untuk terus mempersiapkan diri, percaya pada proses, dan berani melangkah meraih masa depan.
Ditulis oleh; Tim MKP MG Jateng 5.0