Hidram (Hydraulic Ram Pump): Solusi Inovatif Petani Batang dalam Menghadapi Kekeringan dan memenuhi kebutuhan air lahan pertanian/usaha
BATANG,INFOBATANG.COM - Kabupaten Batang, Jawa Tengah,
dikenal sebagai daerah pertanian yang subur. Namun, petani di daerah ini sering
menghadapi tantangan besar, yaitu kekeringan. Untuk mengatasi masalah ini,
beberapa petani di Batang telah mulai menggunakan teknologi hidram, sebuah
inovasi yang dapat membantu meningkatkan efisiensi irigasi dan mengurangi
ketergantungan pada sumber air yang terbatas.
Apa itu Hidram?
Hidram
adalah sebuah teknologi irigasi yang menggunakan prinsip hidrolik untuk
mengalirkan air dari sumber yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi tanpa
menggunakan listrik atau bahan bakar. Dengan menggunakan hidram, petani dapat
menghemat biaya operasional dan meningkatkan hasil panen atau pertumbuhan
tanaman.
Prinsip Kerja Hidram
-Aliran Air: Air mengalir dari sumber (seperti sungai atau mata air) melalui pipa
penggerak (drive pipe).
-Kenaikan Kecepatan: Aliran air semakin cepat karena gaya gravitasi
(penurunan elevasi).
-Penutupan Katup: Saat kecepatan air mencapai titik tertentu, katup
limbah (waste valve) tiba-tiba menutup, menghentikan aliran secara mendadak.
-Lonjakan Tekanan (Water Hammer): Hentakan ini menciptakan lonjakan
tekanan yang sangat kuat (palu air).
-Pembukaan Katup Dorong: Tekanan ini membuka katup pengantar
(check valve) dan mendorong sebagian air ke dalam ruang udara (air chamber) dan
pipa dorong (delivery pipe).
-Siklus Berulang: Tekanan di ruang udara sedikit menurun, katup
limbah kembali terbuka, dan siklus dimulai lagi.
Manfaat
Hidram bagi Petani Batang
Penggunaan hidram telah membawa banyak manfaat bagi
petani di Batang, antara lain:
- Meningkatkan efisiensi irigasi hingga 50%
- Mengurangi ketergantungan pada sumber air yang
terbatas
- Meningkatkan hasil panen dan pertumbuhan tanaman
- Menghemat biaya operasional irigasi
- Kebutuhan air dan peternakan
Contoh Implementasi Hidram di Batang
Salah satu contoh implementasi hidram yang sukses di
Batang adalah di Desa Wonokerso, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang. Lebih
tepatnya dilahan pertanian Bapak Kusaini sebagai Petani durian, beliau telah menggunakan hidram selama kurang
lebih 3 tahun sejak awal tahun 2022 dari kondisi tanah kosong dan kering
sebelum ditanami untuk memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian dan
peternakannya terutama untuk menyirami tanaman durian yaitu tanaman dengan
kebutuhan air yang cukup atau masih berumur kurang dari 1 tahun. Menurut beliau
dengan menggunakan hidram dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen,
beliau juga dapat menampung stok kebutuhan air saat musim kemarau panjang dan
menghindari kekeringan pada tanaman duriannya.
Selain digunakan untuk pengairan dan menyirami
tanaman, air yang dihasilkan dari penggunaan hidram tersebut juga dapat
digunakan untuk pemanfaatan lain, seperti yang dipraktekan oleh Bapak Kusaini,
air yang dihasilkan dari hidram dapat digunakan sebagai media ternak ikan air tawar,
dalam pemanfaatannya tersebutbeliau tidak sulit mencari mencari kebutuhan air
untuk ternak ikannya bahkan dengan mudah bisa mengganti dan mengisi debit air
pada kolam ternak ikannya.
Dengan demikian, hidram dapat menjadi solusi inovatif
bagi petani di Batang dalam menghadapi kekeringan bahkan dapat dimanfaatkan
untuk kebutuhan usaha ditempat yang sulit menjangkau sumber air.
“Demikian berita ini disampaikan agar lebih banyak
lagi inovasi untuk pemanfaatan dan pertumbuhan dalam pengelolaan sumber daya alam
di kabupaten Batang.”
Penulis/Maghfirah Khairunnisa /27/12/25