BATANG, — Upaya memperkuat literasi Al-Qur’an di wilayah pedesaan terus digencarkan. Pada Jumat, 1 Mei 2026, Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi menyalurkan puluhan mushaf Al-Qur’an kepada peserta program binaan di Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Syiar Qur’an yang berfokus pada peningkatan akses masyarakat terhadap Al-Qur’an yang layak dan mudah dibaca.
Penyaluran berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, menyambut kehadiran relawan dengan antusias. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar pembagian mushaf, melainkan wujud nyata kepedulian yang memberi semangat baru untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an di tengah keterbatasan fasilitas.
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi di lapangan, di mana masih banyak warga yang menggunakan Al-Qur’an dengan kondisi kurang layak—kertas menguning, sobek, bahkan halaman yang tidak lengkap. Situasi tersebut kerap menjadi kendala dalam proses belajar mengaji. Melalui program Syiar Qur’an, Rumah Zakat berupaya menghadirkan solusi konkret agar setiap keluarga binaan memiliki mushaf yang baik dan nyaman digunakan.
Momentum hari Jumat dipilih bukan tanpa makna. Selain sebagai Sayyidul Ayyam (penghulu hari), momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara relawan dan masyarakat. Penyerahan dilakukan secara simbolis di lokasi pembinaan rutin, yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan warga Desa Kluwih.
Relawan Inspirasi setempat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an. “Antusiasme warga untuk mengaji sangat tinggi. Dengan adanya mushaf yang baru dan layak, kami berharap semangat ini semakin tumbuh dan menjadi kebiasaan harian di setiap rumah,” ujarnya.
Dampak positif langsung dirasakan oleh para penerima manfaat. Salah satu peserta program, M. Afkar Al Fatih (11), mengungkapkan rasa syukurnya. “Terima kasih Rumah Zakat sudah memberi saya Al-Qur’an, semoga bermanfaat,” tuturnya dengan penuh harap.
Ke depan, penyaluran ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan distribusi, tetapi menjadi titik awal perubahan. Dengan ketersediaan sarana yang memadai, interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an diharapkan semakin intens—tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Rumah Zakat kembali menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat berdaya berbasis nilai-nilai spiritual. Dari Desa Kluwih, cahaya Al-Qur’an terus menyala, membuktikan bahwa syiar kebaikan akan selalu menemukan jalannya, bahkan hingga ke pelosok negeri.