Syawalan Fair Meriahkan HUT ke-60 Batang, Hadirkan Hiburan Rakyat, UMKM, dan Layanan Publik
Batang – Kemeriahan yang dirasakan masyarakat Kabupaten Batang belum juga usai. Setelah sebelumnya disuguhi pagelaran Tari Babalu oleh seribu pelajar yang berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), kini masyarakat kembali dihibur melalui gelaran Syawalan Fair yang berlangsung di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, mulai 17 April hingga 3 Mei 2026.
Kegiatan yang dikemas dalam konsep pasar malam ini menghadirkan beragam hiburan menarik bagi masyarakat. Mulai dari pentas seni band indie, tembang lawas, hingga kesenian tradisional seperti kuda lumping yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Rangkaian acara tersebut bahkan akan ditutup dengan pertunjukan kesenian khas Batang, yakni Sintren, yang sarat akan nilai budaya lokal.
Ketua panitia, Slamet Sukirman, mengatakan bahwa penyelenggaraan Syawalan Fair tidak hanya bertujuan memeriahkan Hari Jadi ke-60 Kabupaten Batang, tetapi juga sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan yang dikenal sebagai pusat pendidikan tersebut.
“Selain menghidupkan perekonomian, ini juga menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan event-event pengajian yang dikemas secara merakyat, yang insya Allah akan rutin digelar setiap tahunnya,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, panitia menargetkan perputaran transaksi yang cukup besar selama penyelenggaraan acara. Sebanyak 48 stan UMKM turut meramaikan kegiatan ini dengan target penjualan mencapai Rp3 miliar. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan 8 stan layanan publik dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang siap membantu masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi.
Beberapa layanan publik yang tersedia di antaranya Disperpuska, Samsat, BPKPAD, hingga Dispaperta yang turut menghadirkan bazar murah bagi masyarakat. Dengan adanya layanan tersebut, warga dapat menikmati hiburan sekaligus mengakses berbagai layanan publik dalam satu lokasi.
Lurah Proyonanggan Selatan, Fariz Mukti, menyambut baik terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh lembaga kemasyarakatan kelurahan mulai dari tingkat RT, RW hingga tokoh masyarakat setempat. Ia menilai konsep kolaborasi antara hiburan rakyat, UMKM, dan layanan publik ini sangat bermanfaat karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Konsep seperti ini sangat bagus karena menyentuh langsung kepada masyarakat, mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terhadap gelaran ini pun terlihat sangat tinggi. Salah satu warga Proyonanggan, Anita, yang datang bersama putranya Abimanyu mengaku senang karena selain menikmati hiburan rakyat, anaknya juga dapat belajar membaca melalui layanan Mobil Perpustakaan Keliling yang disediakan.
“Senang sekali ada mobil perpustakaan dan hiburan juga. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Ana dan Vian, warga Tragung, Kecamatan Kandeman. Menurut mereka, Syawalan Fair tidak hanya menjadi hiburan menarik bagi warga, tetapi juga membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
“Dengan adanya UMKM seperti ini, roda perekonomian bisa bergerak. Konsumen juga terbantu karena harganya lebih terjangkau, jadi bisa sekalian belanja susu dan sayuran,” tuturnya.
Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, Wakil Bupati Batang, Suyono, yang hadir membuka acara tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat terus mendorong pertumbuhan UMKM serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Terima kasih karena kegiatan ini telah memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus ikut menghidupkan UMKM agar semakin maju,” pungkasnya.