Optimalisasi Potensi Desa Binaan, KKN MIT-21 Posko 3 UIN Walisongo Semarang Hadirkan Taman TOGA di Desa Babadan
Desa Babadan, Limpung, Batang - Mahasiswa KKN MIT 21 Posko 3 UIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan ibu-ibu PKK Desa Babadan dalam pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai salah satu program kerja pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Babadan dan berlangsung selama beberapa hari hingga terselesaikan pada Minggu, 22 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota KKN MIT 21 Posko 3 bersama beberapa ibu-ibu PKK, termasuk Ketua Pokja 3 Desa Babadan yang turut aktif mendampingi proses pelaksanaan.
Program pembuatan Taman TOGA ini bertujuan untuk mendukung program pemberdayaan dan ketahanan keluarga yang dijalankan oleh PKK Desa Babadan.
Koordinator kegiatan KKN MIT-21 Posko 3 menjelaskan kegiatan pembuatan taman toga menjadi bentuk dukungan mahasiswa terhadap Desa Babadan sebagai salah satu desa binaan, khususnya dalam meningkatkan pemanfaatan lahan untuk tanaman obat dan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga. “Taman TOGA bukan sekedar program kami selama KKN, namun sebagai bentuk dukungan kami terhadap desa binaan” ujarnya.
Proses pembuatan taman dimulai dari pembersihan dan penataan lahan, pengolahan tanah, hingga penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga. Penanaman dilakukan secara bersama-sama dengan menanam bibit tanaman seperti jahe, kunyit, serai, dan tanaman obat lainnya yang mudah dibudidayakan serta memiliki manfaat kesehatan.
Ketua pokja 3, ibu Ambarwati menyambut baik dan turut berpartisipasi penuh dalam kegiatan pembuatan taman toga. “Kami sangat mendukung kegiatan ini dan siap untuk berpartisipasi,” tuturnya. “Semoga taman toga ini dapat dirawat bersama dan bermanfaat bagi warga Desa Babadan.”
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan masyarakat berharap Taman TOGA dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi, peningkatan kesehatan keluarga, serta penguatan program desa binaan di Desa Babadan.