AKSI SEHATI : Sempu Hijau dan Lestari, KKN MIT-21 Posko 1 UIN Walisongo Semarang Gelar Penanaman Bersama dan Pembagian Bibit Gratis
Batang–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan penghijauan bertajuk “AKSI SEHATI: Sempu Hijau dan Lestari” di Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini diwujudkan melalui penanaman pohon di lahan desa serta pembagian bibit tanaman secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan diawali dengan
penanaman bibit secara simbolis di lahan Desa Sempu yang dilaksanakan
oleh mahasiswa KKN MIT-21 Posko 1 UIN Walisongo Semarang, dengan
didampingi dan didukung langsung oleh Puji Hantoro, Kepala Desa Sempu.
Kehadiran dan keterlibatan Kepala Desa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk
dukungan pemerintah desa terhadap program penghijauan yang diinisiasi oleh
mahasiswa KKN. Penanaman bibit tersebut menjadi suatu simbol komitmen
bersama dalam membangun desa yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Setelah penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bibit gratis yang
dimulai pada pukul 15.00 WIB hingga selesai, yang diserahkan kepada Kepala
Dusun Desa Sempu untuk dibagikan kepada warga sekitar. Jenis bibit yang ditanam dan
dibagikan berjumlah 437 bibit diantaranya yaitu bibit durian, alpukat, nangka,
duwet, tabebuya, cabai, dan terong.
Program ini terselenggara berkat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam
penyediaan bibit, di antaranya Persemaian Bergas, Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Batang, serta Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Sinergi
tersebut menjadi wujud kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa,
pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan.
Kepala Desa Sempu, Puji Hantoro, menyampaikan apresiasi atas inisiatif
mahasiswa KKN UIN Walisongo yang dinilai sejalan dengan program pembangunan
desa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman dan pembagian bibit gratis
ini. Program ini sejalan dengan komitmen desa dalam meningkatkan penghijauan
dan ketahanan pangan keluarga. Kami berharap masyarakat tidak hanya mengambil
bibit, tetapi juga menanam dan merawatnya
dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang hingga
generasi selanjutnya,” ujar Puji Hantoro.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN-MIT Posko 1 UIN Walisongo, Rizqita
Dwianggi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian
kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung
pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui gerakan “Satu Pohon, Sejuta Manfaat”, Desa Sempu diharapkan semakin
berkembang menjadi desa hijau, sehat, dan pangan tercukupi. Gerakan ini pun
diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja, melainkan menjadi
budaya menanam dan merawat pohon sebagai investasi lingkungan bagi generasi
mendatang.