Kabar

Ancaman Kawah Melebar, 20 KK di Dukuh Rejosari Siap Direlokasi ke Lahan Perhutani

InfoBatang
02 Feb 2026
22:08 WIB
105
Ancaman Kawah Melebar, 20 KK di Dukuh Rejosari Siap Direlokasi ke Lahan Perhutani


PRANTEN – Menyusul bencana tanah longsor yang terjadi baru-baru ini, sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di Desa Pranten, khususnya dari RT 03 dan RT 04 Dukuh Rejosari, menyatakan kesiapan mereka untuk direlokasi.


Langkah darurat ini diambil mengingat kondisi pemukiman yang semakin membahayakan akibat melebarnya bibir kawah serta dampak kerusakan bangunan yang cukup parah.


Tercatat, terdapat dua rumah warga yang hancur akibat bencana tersebut, di mana salah satunya bahkan sudah rata dengan tanah. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga lain yang tinggal di sekitarnya.


Bapak Bupati Batang Faiz Kurniawan waktu kunjungannya, secara langsung menginstruksikan agar warga segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Sesuai arahan beliau, lokasi relokasi akan menempati lahan milik Perhutani yang masih berada di area desa setempat, namun dinilai memiliki struktur tanah yang lebih stabil dan jauh dari zona bahaya kawah.


Bambang, selaku perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pranten, mengungkapkan bahwa telah terjadi pergeseran sikap yang signifikan di masyarakat.


"Awalnya warga memang sempat menolak wacana relokasi. Namun, pasca musibah longsor ini dan melihat ada rumah yang sampai rata tanah, mayoritas warga justru meminta segera dipindahkan karena khawatir dengan keselamatan mereka, apalagi kawah terlihat semakin melebar," jelasnya.


Hingga saat ini, pihak pemerintah desa terus melakukan pendataan karena mayoritas warga berkeinginan untuk pindah meningkat.


Selain 20 KK yang menjadi prioritas utama dan sementara, masih banyak warga lain yang juga berkeinginan untuk ikut dalam program relokasi demi menjamin keselamatan keluarga mereka di masa depan.

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!