Kabar

Zona Rawan Longsor Pranten Tak Layak Huni, Bupati Batang Siapkan Skema Relokasi Permanen

InfoBatang
29 Jan 2026
12:01 WIB
130
Zona Rawan Longsor Pranten Tak Layak Huni, Bupati Batang Siapkan Skema Relokasi Permanen

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menyusun strategi penanganan jangka pendek dan panjang bagi warga terdampak tanah longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang. Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan bahwa relokasi adalah harga mati demi menjamin keselamatan jiwa masyarakat. Menurutnya, kondisi geografis di lokasi bencana saat ini sangat berisiko dan tidak lagi layak untuk dijadikan permukiman.


Bupati Faiz memastikan bahwa fokus utama saat ini adalah stabilitas kondisi para penyintas di pengungsian. Pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan logistik dan menyiagakan pelayanan kesehatan guna memastikan warga tetap mendapatkan kehidupan yang berkualitas selama masa darurat.


“Yang terpenting adalah kebutuhan pokok dan kesehatan warga terdampak tetap terpenuhi. Kami berupaya agar selama di pengungsian mereka tetap stabil,” ujar M. Faiz Kurniawan.


Mengingat ancaman longsor susulan yang sulit diprediksi saat cuaca ekstrem, Pemkab Batang telah memulai koordinasi lintas sektor (Camat, Forkopimcam, BPBD, dan dinas terkait) untuk mencari lahan hunian baru.

Salah satu opsi terkuat adalah pemanfaatan lahan eks Perhutani yang saat ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).


Pemerintah telah menyiapkan skema yakni Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) sebagai langkah transisi bagi warga. Dan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap), pembangunan rumah permanen secara bertahap di lokasi yang aman.


  • Bupati merinci bahwa pada tahap awal, relokasi akan memprioritaskan 14 rumah yang berada di titik paling kritis. Namun, jumlah ini kemungkinan besar bertambah hingga total 20 sampai 22 rumah berdasarkan hasil evaluasi tingkat kerawanan di lapangan.


    “Ancaman longsor akan tetap ada setiap musim penghujan tiba. Agar keluarga mereka aman dan memiliki masa depan yang lebih tenang, relokasi harus segera dilakukan,” tegasnya.


    Pemkab Batang berharap proses pemindahan ini berjalan lancar dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat, sehingga warga Dukuh Rejosari bisa kembali memulai kehidupan baru tanpa dibayangi rasa takut akan bencana susulan.

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!