Pantai Sigandu Tergerus Abrasi, Ikon Wisata Batang Tinggal Kenangan
Batang – Puluhan tahun lalu, berjalan di sepanjang Pantai Sigandu merupakan pengalaman yang menyenangkan. Jalur pejalan kaki dengan batu pijakan yang tertata rapi, deretan pohon cemara, lampu hias, serta debur ombak menjadikan pantai ini salah satu destinasi favorit masyarakat.
Saat resmi dibuka sebagai kawasan wisata pada tahun 2001, Pantai Sigandu memiliki luas sekitar 9 hektare dan digadang-gadang sebagai ikon pariwisata Kabupaten Batang. Namun seiring waktu, abrasi pantai perlahan menggerus kawasan tersebut. Tercatat, sekitar 200 meter bibir pantai kini terendam air laut, sekaligus menghilangkan area bermain dan fasilitas yang sebelumnya dibangun.
Kondisi Pantai Sigandu saat ini jauh dari kesan destinasi wisata unggulan. Bibir pantai hanya diuruk dengan batu seadanya, batang-batang pohon mati teronggok di sejumlah titik, serta beberapa warung kecil berdiri dengan konstruksi sederhana dari kayu. Pemandangan ini mencerminkan minimnya penataan dan perhatian serius terhadap kawasan wisata tersebut.
Setiap akhir pekan, abrasi terus menjadi pemandangan yang tak terelakkan. Gelombang laut perlahan merusak sisa-sisa pantai, sementara upaya pemulihan belum terlihat signifikan. Pantai Sigandu seakan menjadi “anak tiri”, ditinggalkan di tengah potensi besar yang dimilikinya.
Masyarakat berharap, Pantai Sigandu tidak hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi dapat kembali ditata dan diselamatkan. Tanpa langkah konkret, ikon pariwisata yang pernah dibanggakan ini dikhawatirkan hanya akan tinggal cerita.