Pemerintahan

KEK Industropolis Batang Raih Anugerah Adi Hijau, Perkuat Transformasi Industri Berkelanjutan

InfoBatang
28 Jul 2026
11:38 WIB
10
KEK Industropolis Batang Raih Anugerah Adi Hijau, Perkuat Transformasi Industri Berkelanjutan

BATANG, infobatang.id – Komitmen KEK Industropolis Batang dalam menerapkan prinsip industri hijau kembali mendapat pengakuan. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berhasil meraih Predikat Anugerah Adi Hijau, penghargaan tertinggi dalam ajang Jateng Green Industry Summit 2026: Collaborating, Awarding & Signing yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah pada 23 Juli 2026. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri di Batang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan.


Seiring meningkatnya persaingan investasi global, kawasan industri kini dituntut tidak hanya memiliki infrastruktur yang memadai, tetapi juga mampu menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, KEK Industropolis Batang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam setiap aspek pengembangan kawasan sebagai bagian dari transformasi menuju kawasan industri hijau. Langkah tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita yang mendorong hilirisasi industri, peningkatan daya saing, dan pembangunan berkelanjutan.



Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, mengatakan bahwa industri hijau bukan sekadar komitmen, melainkan diwujudkan melalui berbagai program nyata yang diterapkan secara berkelanjutan.


"Industri hijau tidak cukup hanya menjadi komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui implementasi yang nyata. Karena itu, kami mengembangkan berbagai inisiatif mulai dari penyusunan estate regulation berbasis keberlanjutan, pengembangan dry port, pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sampah dan limbah, hingga pengembangan inisiatif blue carbon," ujarnya.


Selain itu, KEK Industropolis Batang juga memperkuat tata kelola ESG melalui penyusunan ESG Roadmap, penerbitan Sustainability Report, pelatihan dan sertifikasi ESG bagi sumber daya manusia, hingga pengukuran emisi gas rumah kaca sebagai dasar penyusunan strategi dekarbonisasi kawasan. Ke depan, pengembangan kawasan akan diperkuat melalui penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, Independent ESG Assessment, serta kolaborasi dengan pemerintah, tenant, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.


Saat ini KEK Industropolis Batang memiliki luas kawasan sekitar 4.300 hektare dengan total 96 tenant yang terdiri atas 41 tenant industri, 38 tenant komersial, dan 17 tenant BPSP. Hingga kini kawasan tersebut telah mencatatkan investasi sebesar Rp23 triliun, luas lahan tersewa mencapai 442,2 hektare, serta menyerap 26.871 tenaga kerja. Capaian tersebut memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis nasional yang tidak hanya menjadi motor pertumbuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi model pengembangan kawasan industri hijau di Indonesia.


Melalui berbagai langkah tersebut, KEK Industropolis Batang optimistis dapat terus menjadi destinasi investasi yang kompetitif sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan terwujudnya pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.



Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!