Nyadran Alas Pandawa, Wujud Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Masyarakat Desa Kreyo
Batang – Tradisi Nyadran Alas Pandawa kembali digelar oleh masyarakat Desa Kreyo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang pada Jumat Kliwon di bulan Suro. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong, kebersamaan, dan komunikasi antarwarga dalam menjaga warisan budaya.
Nyadran Alas Pandawa tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menyimpan sejarah dan cerita yang masih diyakini masyarakat setempat. Berdasarkan cerita yang berkembang, kawasan Alas Pandawa dahulu menjadi tempat persembunyian seorang putri raja beserta para pengawalnya dari kejaran tentara Belanda. Setelah sang putri wafat di kawasan tersebut, para pengawal dipercaya tetap menjaga Alas Pandawa hingga kini. Kepercayaan masyarakat terhadap kisah tersebut turut menjadi bagian dari nilai budaya yang terus dilestarikan.
Pelaksanaan tradisi ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, panitia pelaksana, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga Desa Kreyo. Persiapan kegiatan diawali dengan rapat koordinasi yang membahas pembagian tugas dan rangkaian acara. Informasi hasil rapat kemudian disampaikan kepada masyarakat melalui media sosial, papan informasi desa, serta pengeras suara masjid sehingga seluruh warga dapat berpartisipasi secara aktif.
Puncak acara Nyadran Alas Pandawa ditandai dengan karnaval budaya yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Arak-arakan dimulai dari lapangan desa menuju Alas Pandawa dengan membawa air suci dan api abadi sebagai simbol kesucian, kehidupan, serta harapan akan keberkahan. Warga juga membawa tumpeng, hasil bumi, makanan tradisional, dan berbagai sesaji sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang diterima.
Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Nyadran Alas Pandawa menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kerja sama antarwarga. Seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan dan dilaksanakan secara bersama-sama, mencerminkan nilai gotong royong yang masih terpelihara di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat Desa Kreyo berharap nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Nyadran Alas Pandawa menjadi bukti bahwa tradisi budaya tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.