Kenaikan Tarif Tol Harus Diimbangi Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan

INFOBATANG.COM, BANYUMAS- Menanggapi rencana pemberlakuan kenaikan tarif tol yang dijadwalkan mulai Mei 2025, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menyampaikan permintaan kepada pemerintah dan pengelola jalan tol untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas layanan, terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan.
“Kenaikan tarif tol mestinya harus sebanding dengan keamanan dan kenyamanan pemakai,” tegas Setya Ari pada Jumat (25/5/2025).

Lebih lanjut, ia menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang masih terjadi di beberapa ruas jalan tol. Menurutnya, kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan yang komprehensif terhadap aspek keselamatan pengguna jalan sebelum tarif mengalami kenaikan.
“Diperbaiki dulu keamanan dan kenyamanan, karena kasus kecelakaan di tol kan masih sering terjadi,” ujarnya menekankan.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengumumkan adanya penyesuaian tarif pada sejumlah ruas tol di berbagai wilayah Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri, ruas Tol Semarang–Solo dan Tol Semarang–Batang, yang merupakan jalur vital, termasuk dalam daftar ruas yang akan mengalami kenaikan tarif.
Setya Arinugroho juga mengingatkan kepada pihak-pihak terkait untuk tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis semata. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kondisi riil di lapangan dan mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap standar infrastruktur jalan tol, fasilitas istirahat (rest area), kualitas pencahayaan, hingga efektivitas sistem evakuasi darurat yang telah tersedia.
“Kalau masyarakat diminta bayar lebih, harus ada jaminan bahwa keselamatan dan kenyamanan mereka juga meningkat,” imbuhnya.
Sebagai representasi masyarakat, Setya memastikan bahwa DPRD Jawa Tengah akan secara aktif memantau dampak dari kebijakan kenaikan tarif tol ini terhadap masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol harian yang akan merasakan dampak ekonomi secara langsung.
Selain itu, ia juga mendorong agar setiap kebijakan kenaikan tarif jalan tol dilakukan secara transparan, melibatkan kajian publik yang mendalam, serta tidak menambah beban ekonomi bagi masyarakat yang saat ini kondisinya masih belum sepenuhnya stabil.





